Tuesday, 1 December 2015

All About Ubuntu


Instalasi Ubuntu Desktop 10.04. LTS
A.Media Instalasi Ubuntu

Media instalasi merupakan media yang digunakan untuk menginstall distribusidistribusi GNU/Linux termasuk Ubuntu. Pada dasarnya media instalasi yang dijelaskan disini digunakan juga oleh distribusi GNU/Linux lainnya.

Distribusi biasa disebut distro merupakan kernel linux (OS) beserta paket ­paket aplikasi yang dibundle sedemikian rupa. seperti ubuntu, redhat, centos, slackware dan lainnya. www.distrowatch.com

Ada beberapa pilihan media instalasi yang dapat digunakan untuk menginstall distribusi Ubuntu pada komputer anda yaitu:



1. Media CD/DVD ROM
Media ini merupakan media instalasi yang paling populer dan menjadi media utama yang ditawarkan oleh pihak pengembang termasuk Ubuntu sendiri. Media ini bisa diperoleh dengan cara request free CDs (Shipit) atau membeli dari pihak ketiga, bisa juga download file ISO kemudian burn ke CD.

2. Media Flash Disk
BIOS komputer harus mendukung booting dari USB. Media flash disk ini cocok untuk komputer-komputer yang tidak memiliki CD/DVD drive seperti netbook yang banyak digunakan saat ini. Tekniknya sangat sederhana yaitu ISO file yang telah didownload disimpan ke flash disk dengan teknik tertentu yang akan dibahas tersendiri pada bagian berikutnya.

3. Lainnya
Selain kedua media diatas ada beberapa media lain yang bisa digunakan seperti harddisk, FTP dan NFS.

Bagaimana mendapatkan master installer Ubuntu?
Jawabannya sangat mudah tentunya, akses ubuntu.com situs resmi developer Ubuntu. Disitus ini ada dua alternative pilihan yang dapat digunakan untuk memperoleh installer Ubuntu yaitu dengan cara download file ISO atau pesan CD Ubuntu Gratisan (Shipit), berikut penjelasan kedua cara tersebut.

1. Download file ISO Ubuntu
Pada umumnya master distro GNU/Linux disediakan dalam format ISO file yang merupakan format terkompresi dalam bentuk image file. Khusus untuk Ubuntu dapat didownload di http://ubuntu.com/download. File ISO yang disediakan dikategorikan dalam beberapa bagian yaitu:

a. Ubuntu Desktop
Diperuntukkan untuk komputer-komputer desktop termasuk laptop dan sejenisnya kecuali netbook. Dalam keadaan terpaksapun sebenarnya jenis desktop bisa berjalan dengan baik dinetbook. Dibutuhkan memory dengan kapasitas minimal 256MB untuk menginstall versi ini, agar berjalan dengan baik dari pengalaman penulis sebaiknya memory diatas 512MB.
Setiap versi Ubuntu Desktop dibagi dalam dua kategori berdasarkan jenis microprocessor yaitu:
• Ubuntu Desktop 32-bit
Jika anda menggunakan mikroprocessor keluaran intel maka jenis ini yang harus anda download. Ubuntu Desktop 32-bit biasa juga disebut X86 atau i386 dimana i merujuk ke code name intel. Jenis ini juga digunakan untuk AMD 32 bit.

• Ubuntu Desktop 64-bit
Jika anda menggunakan mikroprocessor keluaran AMD 64 bit pastikan mendownload jenis ini. Berlaku juga untuk jenis arsitektur EM64T seperti Athlon64, Opteron, EM64T Xeon dan Core 2.

b. Ubuntu Server
Diperuntukkan bagi komputer-komputer kelas server dan tanpa dukungan terhadap lingkungan Grafical User Interface (GUI) secara default. Ubuntu server hadir dengan lingkungan Command Line Interface (CLI) secara default. Jika anda telah menginstall Ubuntu Server jangan lagi mencari tampilan grafis. Jenis ini tersedia dalam dua kategori seperti diversi Ubuntu Desktop yaitu Ubuntu Server 32-bit dan Ubuntu Server 64-bit.

c. Ubuntu Alternate
Jika anda memiliki memory dibawah 256MB dengan spesifikasi hardware yang pas-pasan sebaiknya menggunakan Ubuntu Alternate sebagai solusi karena proses instalasi disajikan dalam mode text menu. Selain itu dengan CD alternate, upgarde versi Ubuntu dapat dilakukan tanpa perlu ada koneksi internet keserver Ubuntu. Jenis ini tersedia dalam dua kategori seperti diversi Ubuntu lainnya yaitu Ubuntu alternate 32-bit dan Ubuntu alternate 64- bit.

d. Ubuntu Netbook
Diperuntukkan untuk netbook yang tersedia 2 versi yaitu:
• Netbook live CD
Jika netbook anda memiliki externel CD drive untuk digunakan live cd/install. Tidak ada perbedaan versi untuk jenis ini karena sudah mendukung intel/amd dan jenis lainnya.
• Netbook live image
Tersedia untuk platforms ARM yang terdiri atas:
- Marvell Dove netbook live image
- Freescale i.MX51 netbook live image
Kedua jenis ini hanya mendukung booting dengan usb image.
Kesalahan umum yang terjadi ketika seorang pemula yang telah mendownload salah satu file ISO yaitu CD Ubuntu yang telah diburn tidak dapat melakukan proses booting karena file ISO diburn sebagai file data yang seharusnya harus diburn sebagai image file.
Perhatian buat pemula, file ISO yang telah didownload harus diburn sebagai image.
Jika bandwidth internet yang anda miliki pas-pasan sebaiknya download dari server yang berlokasi di Indonesia. Berikut daftar-daftar yang kami rekomendasikan:
- FOSS-ID dengan url di ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/ubuntu/releases
- KAMBING.ui.ac.id dengan url di ftp://kambing.ui.ac.id/iso/ubuntu/releases
- Repo UGM dengan url di ftp://repo.ugm.ac.id/iso/ubuntu

2. Pesan CD Ubuntu Gratisan (Shipit)
Cara ini membutuhkan waktu karena dikirim langsung dari luar negeri. Gunakan fasilitas Request free CDs (Shipit) yang ada di website ubuntu.com dengan url https://shipit.ubuntu.com.
Selain cara diatas ada beberapa alternative pilihan yaitu dengan cara membeli master Ubuntu dari penyedia jasa yang disediakan oleh pihak ketiga, salah satunya bisa diorder di www.okusicomputersupport.com

B.Mengenal Partisi GNU/Linux Ubuntu

1. Jenis Partisi GNU/Linux Ubuntu
Dilingkungan GNU/Linux dan sistem komputer umumnya dikenal tiga jenis partisi yaitu: 1. Partisi Primary
Jenis partisi ini merupakan jenis partisi utama diharddisk untuk system operasi umumnya. Partisi primary hanya bisa dibuat maksimal 4 partisi, hal ini sangat berbeda dengan sistem DOS yang hanya mengijinkan satu jenis partisi primary untuk system. Jenis partisi ini menempati nomor partisi 1, 2, 3 dan 4. Misalnya harddisk sda bisa dibuat sda1, sda2, sda3 dan sda 4.

2. Partisi Extended
Merupakan partisi perluasan untuk mengatasi kekurangan partisi primary dimana hanya dimunkinkan adanya 4 partisi. Jika ingin memiliki partisi lebih dari 4 maka partisi extended dibutuhkan yaitu dengan cara mengorbankan satu jenis partisi primary kemudian digunakan oleh partisi extended. Didalam partisi extended ini nantinya dibuat partisi logical untuk mendapatkan partisi yang lebih banyak. Partisi extended tidak dapat digunakan menyimpan data. Partisi jenis ini selalu menempati nomor partisi +1 dari partisi primary. Misalnya ada 2 jenis partisi primary di harddisk sda maka posisi partisi extended adalah sda3.

3. Partisi Logical
Jenis partisi logical selalu dibuat didalam partisi extended. Nomor partisi selalu mulai dari 5 sampai seterusnya. Misalnya ada 3 jenis partisi logical di sda maka masing-masing menempati sda5, sda6 dan sda7.
Pada penjelasan diatas digunakan jenis harddisk SCSI dimana harddisk SATA termasuk jenis ini di Ubuntu. Penamaan harddisk IDE tidak dibahas disini karena Ubuntu membaca harddisk sebagai SCSI.

3. Alokasi Partisi Ubuntu
Setelah mengenal jenis partisi di GNU/linux harusnya membaca tabel partisi sudah ada gambaran umum dan itu merupakan bekal agar anda tidak kehilangan data ketika melakukan partisi saat proses instalasi Ubuntu. Sangat disarankan sebelum melakukan partising sebaiknya dan seharusnya data-data penting diharddisk dibackup kemedia lain semisalnya CD/DVD untuk menghindari kehilangan data yang banyak dialami oleh pemula.
Untuk proses instalasi Ubuntu, dibutuhkan minimal dua partisi kosong untuk alokasi partisi / (baca root) dan swap.
/ merupakan partisi system utama Ubuntu, mudahnya jika anda menginstall Windows maka / adalah drive C. Untuk space Ubuntu desktop direkomendasikan 4GB dengan asumsi untuk system saja.
Swap merupakan partisi yang disiapkan sebagai cadangan ketika memory komputer full maka sebagian pekerjaan dialihkan ke swap ini. Swap secara teori 2xspace RAM. Ini berlaku saat RAM maksimal 512MB, jaman sekarang 1024MB untuk swap sudah termasuk besar sekali.
Dengan kedua partisi diatas maka Ubuntu sudah memenuhi kriteria untuk diinstall dikomputer masing-masing. Berikut tabel partisinya..
sda1 sda2
Kedua partisi menggunakan jenis partisi primary.
sda1 swap
sda2 mount point /
Pertanyaan berikutnya drive D buat data di Ubuntu mana?
Dasar Windows minded.. :)
Jika kebutuhan anda senang dengan membangi-bagi partisi sesuai kegunaannya di Ubuntu bahkan lebih fleksibel. Setiap direktori dibawah / misalnya /boot, /home, /var dan lainnya bisa dibuatkan partisi sendiri. bahkan anda bisa membuat partisi /data sendiri. Yang perlu diperhatikan hanyalah mount point dari masing-masing partisi.
Mount Point adalah titik mount yaitu partisi dikaitkan dipoint tertentu seperti /data, /media/cdrom dan sejenisnya.
Misalnya saya membutuhkan partisi sendiri untuk /home dan /data, dimana /home dialokasikan untuk mengamankan data-data user dan /data digunakan untuk menyimpan data-data yang bisa diakses oleh semua user. Untuk lebih jelaskan saya buatkan tabel partisi seperti dibawah ini.
sda1 sda2 sda3 sda4
Semua partisi menggunakan jenis partisi primary.
sda1 swap
sda2 mount point / sda3 mount point /home sda4 mount point /data
Untuk besar space alokasi partisi sesuai kebutuhan saja, tidak ada patokan khusus yang direkomendasikan.
Dua contoh diatas kondisinya jika harddisk semua dialokasikan untuk Ubuntu. Bagaimana jika saya ingin Windows tetap ada? :-)
Jawabannya sangat mudah, korbankan sebagian space harddisk anda untuk ditempati ubuntu. Umumnya komputer Windows terdiri dua partisi yaitu C dan D. Jika ada partisi E maka lebih baik mengorbankan partisi tersebut jika spacenya cukup besar partisi E yang diresize. Kesimpulannya gunakan partisi logical terakhir untuk menginstall Ubuntu jika anda masih sayang sama Windows. Seperti contoh kasus dibawah ini..

Untuk alasan fleksibelitas korbankan sebagian space partisi D untuk Ubuntu dengan cara rezise partisi menggunakan disk manajemen bawaan windows ataupun software semisal partition magic. Tabel partisi yang terbentuk nantinya sebagai berikut:

Keterangan tabel partisi.
sda1 C Windows sda2 Extended sda5 D Windows sda6 swap sda7 /

4. Menyiapkan Partisi untuk Ubuntu
Pembahasan point 1, 2 dan 3 diatas sebagai pengantar teori saja agar anda bisa memahami partisi yang ada dikomputer sendiri. Konsepnya sangat sederhana, siapkan satu partisi kosong untuk membuat partisi yang akan ditempati swap dan / yang akan dibuat saat proses instalasi Ubuntu.
Pilihan menggunakan aplikasi manajemen partisi apapun kembali kepilihan masing-masing karena harus dieksekusi di Windows sebagai wilayah kerja anda saat ini. Jika disk manajemen bawaan Windows yang anda install tidak mendukung resize partisi saya pribadi menggunakan EASEUS Partition Master yang versi Home Edition. Jenis ini free digunakan sampai tulisan ini dibuat.

Kosongkan saja partisi untuk Ubuntu seperti gambar diatas. Selanjutnya anda bisa menginstall Ubuntu yang nantinya ditempatkan dipartisi kosong tersebut. Jika anda ingin mencoba menggunakan aplikasi manajemen partisi bawaan Ubuntu (Gparted) di mode live CD yang dibahas di bagian Instalasi Ubuntu Desktop 10.04 LTS.

C. Instalasi Ubuntu Desktop 10.04 LTS
Sebelum menginstall Ubuntu ada baiknya kita melakukan beberapa persiapan, khususnya yang akan menjadikan komputer dual boot sistem operasi Ubuntu dan sistem operasi lainnya (disini saya mencontohkan berdampingan dengan sistem operasi Ms. Windows) . Langkah-langkah standar yang dilakukan sebagai berikut :

1. Mencatat perangkat keras yang terpasang pada komputer kita khususnya VGA, LAN adapter, device wireless.

2. Mempersiapakan Partisi hardisk.
• Membuat partisi baru untuk menginstal Ubuntu Desktop, untuk lingkungan Windows dapat menggunakan Partition Magic dan sejenisnya tapi sebelumnya melakukan perubahan partisi disarankan untuk melakukan Defrag bisa menggunakan Auslogic Disk Defrag (aplikasi free yang cukup power full).
• Setelah melakukan defrag maka proses selanjutnya membuat partisi baru, disini digunakan aplikasi bawaan ubuntu yaitu GParted .


Tunggu hingga terlihat menu install dan tulisan Welcome serta pilihan




c. Pilih partisi yang akan diubah. Disini saya memilih partisi /dev/sda5


Maka akan tampil seperti pada gambar P.8, selanjutnya tinggal merubah

untuk intallasi Ubuntu sebesar 6 GB kemudian klik reside/move dan

d.Tahap selanjutnya adalah mengklik gambar checklist yang berwarna hijau


e.Bila proses perubahan partisi berhasil maka hasilnya akan seperti gambar dibawah ini (gambar P.12).

Ubuntu ataupun restart untuk meyakinkan bahwa partisi sudah benarbenar sukses.

3. Instalasi Ubuntu sendiri sebetulnya ada beberapa cara yaitu melalui media CD, USB flash dan yang lainnya disini saya mencoba memberikan contoh instalasi Ubuntu menggunakan media CD.
• Pertama-tama silahkan booting melalui CD setelah tampil seperti gambar P.2 maka kita bisa memilih langsung menginstal ubuntu atau melakukan live CD (disini disarankan menggunakan live CD terlebih dahulu agar kita mengetahui adakah perangkat keras yang butuh driver tambahan)
• karena menggunakan live CD maka yang dipilih adalah Try Ubuntu 10.04
• setelah tampilan gambar P.3 didesktop kita akan melihat 2 icon yaitu Example dan Install Ubuntu 10.04
• Klik Install Ubuntu 10.04 dan akan terlihat tampilan gambar I.1

• Bahasa yang dipilih adalah English kemudian klik Foward dan Ubuntu akan menyesuaikan setingan waktu dengan yang ada di komputer seperti terlihat

Anda dapat merubahnya dan disesuaikan dengan negara dan waktu yang sesuai dengan GMT. Klik Foward untuk melanjutkan.

• Kemudian akan diminta untuk menseting keyboard (gambar I.4) yang digunakan, biasanya standart keyboard yang digunakan adalah USA sehingga tidak perlu dirubah. Namun anda dapat mencoba apakah keyboard

• Selanjutnya pemilihan partisi dimana Ubuntu akan di-install, digambar I.5 – I.8 terlihat bahwa sistem operasi terdahulunya dikenali oleh Ubuntu dalam hal ini adalah Windows serta dapat dilihat yang berwarna biru adalah /dev/sda1 sekaligus tempat windows di-install dan yang berwarna hijau adalah /dev/sda5.
– Gambar I.5 adalah instalasi Ubuntu di seluruh hardisk yang mengakibatkan sistem operasi terdahulu akan dihapus dan diganti

– Gambar I.6 adalah pemilihan partisi hardisk diserahkan seluruhnya

– Gambar I.7 adalah pemilihan partisi hardisk diserahkan kepada Ubuntu dan dipilih partisi hardisk yang paling besar.

– Gambar I.8 adalah pengaturan partisi dilakukan secara manual dan

• Setelah dipilih specify partitions manually (advanced) maka akan tampil seperti pada gambar I.9 dimana telihat 3 partisi /dev/sda1, /dev/sda5 dan free space.

Ubuntu hanya 6 Gb dan disini dicontohkan membuat 3 partisi yaitu partisi root (dilambangkan dengan “/”), home dan swap. Yaitu masing-masing


• Kemudian dilanjutkan dengan membuat user (gambar I.13).

• Bila di-install berdampingan dengan sistem operasi yang lain maka akan

• Ini adalah cara mengimport user dari sistem operasi yang lain baik itu user serta folder-folder yang ada di sistem operasi tersebut (abaikan saja).

Dan yang terakhir adalah settingan yang telah dilakukan sebelumnya akan dikonfirmasi oleh Ubuntu. Bila ada ketidaksesuaian informasi bisa kembali

• Prosesnya instalasinya sendiri berlangsung antara 30-60 menit tergantung spesifikasi komputer, menggunakan komputer pentium 4 1,6 Ghz, RAM 512


• membutuhkan waktu kira 30 menit, proses penginstalan akan terlihat Bila proses selesai maka akan ada pemberitahuan apakah akan melanjutkan live CD atau me-restart komputer.

0 comments

Post a Comment

Tolong jangan segan-segan untuk berkomentar di blog saya. Trimakasih telah berkunjung. Salam Sukses Selalu.